Hijab Cadarku Menjauhkanku dari Fitnah

Assalamu’alaikum wa rahmatullohi wa barakaatuh,

Saudariku yang semoga dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Islam adalah agama yang paripurna, Islam mengajarkan manusia disetiap aspek kehidupan. Bahkan dalam masalah berpakaianpun, Islam telah mengatur dengan lengkap tentang bagaimana seorang muslimah harus mengenakan pakaian dalam kehidupan sehari-harinya, mana bagian-bagian aurat yang harus tertutup dan mana bagian-bagian yang boleh ditampakkan. Batasan- batasan ini hendaknya harus dipahami betul oleh seorang muslimah sehingga ia terselamatkan dari fitnah dan semua itu tentunya untuk kebaikan kita semua.

Adapun dalil-dalil Al-qur’an maupun Hadist yang menjadi penguat atas perintah seorang muslimah untuk mengenakan hijab syari sehingga auratnya terjaga adalah sebagai berikut :

  1.  “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menjulurkan khimar ke dadanya…” (QS. An Nuur: 31).
  2.  “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…” (QS. Al Ahzab: 59).
  3. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu‘anha, beliau berkata, Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, “wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya”. (HR. Abu Daud, hasan).

Terkait dengan hukum memakai cadar bagi seorang muslimah, maka hal tersebut sangat dianjurkan, bahkan sebahagian ulama sampai kepada anjuran wajib untuk mengenakannya, berikut beberapa pendapat ulama :

Madzhab Hanafi

Pendapat madzhab Hanafi, wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.

Al Imam Muhammad ‘Alaa-uddin berkata:

“Seluruh badan wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan dalam. Dalam suatu riwayat, juga telapak tangan luar. Demikian juga suaranya. Namun bukan aurat jika dihadapan sesama wanita. Jika cenderung menimbulkan fitnah, dilarang menampakkan wajahnya di hadapan para lelaki” (Ad Durr Al Muntaqa, 81).

Madzhab Maliki

Mazhab Maliki berpendapat bahwa wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Bahkan sebagian ulama Maliki berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat.

Al Qurthubi berkata :

“Ibnu Juwaiz Mandad – ia adalah ulama besar Maliki – berkata: Jika seorang wanita itu cantik dan khawatir wajahnya dan telapak tangannya menimbulkan fitnah, hendaknya ia menutup wajahnya. Jika ia wanita tua atau wajahnya jelek, boleh baginya menampakkan wajahnya” (Tafsir Al Qurthubi, 12/229).

Madzhab Syafi’i

Pendapat madzhab Syafi’i, aurat wanita di depan lelaki ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh. Sehingga mereka mewajibkan wanita memakai cadar di hadapan lelaki ajnabi. Inilah pendapat mu’tamad madzhab Syafi’i.

Syaikh Muhammad bin Qaasim Al Ghazzi, penulis Fathul Qaarib, berkata:

“Seluruh badan wanita selain wajah dan telapak tangan adalah aurat. Ini aurat di dalam shalat. Adapun di luar shalat, aurat wanita adalah seluruh badan” (Fathul Qaarib, 19).

Imam Ahmad bin Hambal berkata:

كل شيء منها ــ أي من المرأة الحرة ــ عورة حتى الظفر

“Setiap bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk pula kukunya” (Dinukil dalam Zaadul Masiir, 6/31).

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Hasil gambar untuk hukum memakai cadar

Setelah kita utarakan dalil-dalil yang memerintahkan seorang muslimah untuk berhijab dan pendapat ulama mazhab tentang anjuran memakai cadar, kali ini kita akan bahas tentang mengapa sih hijab cadar dapat menjaga kita dari fitnah?

Fitnah Wanita

Diantara fitnah hawa syahwat yang tidak jarang melemahkan keimanan seorang mukmin adalah fitnah wanita, sebagaimana disebutkan didalam firman Allah swt :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء

Artinya : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita.” (QS. Ali Imran : 14)

Artinya : “Sesungguhnya tipu daya kamu (wanita) adalah besar.” (QS. Yusuf : 28)

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid dari Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah suatu fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki daripada (fitnah) para wanita.” (Muttafaq Alaih)

Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan,”Didalam hadits ini disebutkan bahwa fitnah para wanita lebih berat dari fitnah-fitnah selainnya. Hal itu ditunjukkan pula oleh firman Allah swt :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء

Artinya : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita.” (QS. Ali Imran : 14).

Seorang muslimah yang mengenakan hijab syar’i plus menggunakan cadar tentunya ia telah berupaya untuk menjaga dirinya dari pandangan lawan jenis yang memandangnya, karena betapa banyak terjadi kemaksiatan lantaran bermula dari pandangan mata seorang laki-laki kepada seorang wanita yang mengumbar auratnya.

Wanita muslimah yang senantiasa menjaga auratnya maka pada hakikatnya ia :

  1. Telah mengerjakan apa yang menjadi perintah Allah dan RasulNya, ia takut akan ancaman yang Allah berikan bagi para wanita yang tidak menjaga auratnya,Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat, (yang pertama): Kaum yang memiliki cambuk-cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukuli orang-orang. Dan (yang kedua): Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menggoda dan jalannya berlenggak-lenggok, kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Para wanita itu tidak masuk surga, bahkan tidak mencium wanginya surga padahal wanginya bisa tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.
  2. Menghindari diri dari perbuatan tabarruj (wanita-wanita yang berdandan), banyaknya produk-produk kecantikan tentu sangat digemari para wanita saat ini sehingga ini bisa menggoda lawan jenis.
  3. Menghindari diri dari ikhtilath (percampuran dalam pergaulan) antara pria dan wanita.
  4. Menjauhkan diri dari perbuatan zina atau pergaulan seksual yang tampak demikian terbuka (terang-terangan) tanpa ada lagi rasa malu.

Semoga kaum muslimah terhindar dari fitnah ini, sehingga setiap aktifitas muslimah yang dilakukan senantiasa terjaga dari keburukan fitnah tersebut. Untuk itulah maka perlunya tekad yang kuat dari kaum wanita untuk memperbaiki diri terkhusus untuk membiasakan diri mengenakan hijab syar’i.

Jadi….. ayo segera hijrah jangan ditunda-tunda walaupun awalnya terasa berat namun jika diniatkan karena Allah semata, insyaa Allah pasti Allah kasih kemudahan. Walaupun banyak rintangan baik dari diri sendiri, keluarga maupun lingkungan ditempat kita tinggal, tapi yakinlah bahwa Allah yang akan memudahkan urusan kita, jangan malu yaa.

Oh iya untuk sahabat muslimah yang butuh hijab syar’i pakai cadar, kami sebagai penjual hijab syar’i menyediakan aneka produk gamis syar’i dan model-model hijab syar’i dengan ragam pilihan warna. Untuk info lebih lengkap silahkan kontak nomor WA kami : 0852-8263-2782.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga keistiqomahan kita dalam berhijab syar’i.

Wassalamua’alaikum.

 

 

 

One thought on “Hijab Cadarku Menjauhkanku dari Fitnah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *